Posts Tagged ‘penatalaksanaan’

Stevens-Johnson Syndrome

Pendahuluan

Steven-Johnson Syndrome (SJS) merupakan reaksi hipersensitivitas yang diperantarai kompleks imun yang merupakan bentuk yang berat dari eritema multiformis. SJS dikenal pula sebagai eritem multiformis mayor. SJS umumnya melibatkan kulit dan membran mukosa. Ketika bentuk minor terjadi, keterlibatan yang signifikan dari mulut, hidung, mata, vagina, uretra, saluran pencernaan, dan membran mukosa saluran pernafasan bawah dapat berkembang menjadi suatu penyakit. Keterlibatan saluran pencernaan dan saluran pernafasan dapat berlanjut menjadi nekrosis. SJS merupakan penyakit sistemik serius yang sangat potensial menjadi penyakit yang sangat berat dan bahkan menjadi sebuah kematian.

Read More
Posted On: April 20th, 2009
Posted In: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin
Comments: 4 Responses

Asma Bronkial

Pengertian

Asma bronkhial adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermitten, reversible dimana trakeobronkial berespon secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu.

Asma bronchial adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubah-ubah baik secara spontan maupun hasil dari pengobatan (The American Thoracic Society).

Read More
Posted On: March 28th, 2009
Posted In: Ilmu Penyakit Dalam
Comments: No Responses

Sindrom Hepatorenal

Pendahuluan

Pasien dengan asites dan sirosis berkembang menjadi gagal ginjal yang bersifat khusus, yang lebih dikenal sebagai sindrom hepatorenal (SHR) yang disebabkan oleh terjadinya vasokonstriksi pada sirkulasi ginjal. Gambaran histologi pada pasien seperti ini biasanya normal dan ginjal berfungsi seperti normal setelah transplantasi hati. Disamping perubahan pada fungsi ginjal, pasien dengan SHR juga menunjukan kelainan yang mencolok dari sirkulasi pembuluh nadi sistemik dan aktivitas sistem vasoaktif endogen memegang peranan yang sangat penting untuk timbulnya hipoperfusi ginjal.

Read More
Posted On: March 21st, 2009
Posted In: Ilmu Penyakit Dalam
Comments: No Responses

Hepatotoksisitas Obat

1. Metabolisme Obat

Sebagian besar obat bersifat lipofilik sehingga membuat mereka mampu menembus membran sel intestinal. Obat kemudian diubah lebih hidrofilik melalui proses-proses biokimiawi di dalam hepatosit, menghasilkan produk-produk larut air yang diekskresi ke dalam urin atau empedu. Biotransformasi hepatik ini melibatkan jalur oksidatif utamanya melalui sistem enzim sitokrom P-450.

Read More
Posted On: March 21st, 2009
Posted In: Ilmu Penyakit Dalam
Comments: 2 Responses

Gastroesophageal Reflux Disease

Definisi

Gastroesophageal Reflux Disease adalah suatu keadaan patologis sebagai akibat refluks kandungan lambung ke dalam esophagus, dengan berbagai gejala yang timbul akibat dari keterlibatan esophagus, faring, laring, dan saluran nafas.

Etiologi

Penyakit gastroesofageal refluks bersifat multifaktorial. Hal ini dapat terjadi oleh karena perubahan yang sifatnya sementara ataupun permanen pada barrier diantara esophagus dan lambung. Selain itu juga, dapat disebabkan oleh karena sfingter esophagus bagian bawah yang inkompeten, relaksasi dari sfingter esophagus bagian bawah yang bersifat sementara, terrganggunya ekspulsi dari refluks lambung dari esophagus, ataupun hernia hiatus.

Read More
Posted On: March 14th, 2009
Posted In: Ilmu Penyakit Dalam
Comments: No Responses

Epilepsi

Definisi

Epilepsi merupakan gangguan susunan saraf pusat (SSP) yang dicirikan oleh terjadinya bangkitan (seizure, fit, attact, spell) yang bersifat spontan (unprovoked) dan berkala. Bangkitan dapat diartikan sebagai modifikasi fungsi otak yang bersifat mendadak dan sepintas, yang berasal dari sekolompok besar sel-sel otak, bersifat singkron dan berirama. Bangkitnya epilepsi terjadi apabila proses eksitasi didalam otak lebih dominan dari pada proses inhibisi. Perubahan-perubahan di dalam eksitasi aferen, disinhibisi, pergeseran konsentrasi ion ekstraselular, voltage-gated ion-channel opening, dan menguatkan sinkroni neuron sangat penting artinya dalam hal inisiasi dan perambatan aktivitas bangkitan epileptik. Aktivitas neuron diatur oleh konsentrasi ion didalam ruang ekstraselular dan intraselular, dan oleh gerakan keluar masuk ion-ion menerobos membran neuron.

Read More
Posted On: March 13th, 2009
Posted In: Ilmu Kesehatan Anak
Comments: No Responses

Kejang Demam

Definisi

Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada suhu badan yang tinggi yang disebabkan oleh kelainan ekstrakranial. Derajat tinggi suhu yang dianggap cukup untuk diagnosa kejang demam adalah 38 derajat celcius atau lebih (Soetomenggolo, 1989; Lumbantobing, 1995). Kejang terjadi akibat loncatan listrik abnormal dari sekelompok neuron otak yang mendadak dan lebih dari biasanya, yang meluas ke neuron sekitarnya atau dari substansia grasia ke substansia alba yang disebabkan oleh demam dari luar otak (Freeman, 1980).

Read More
Posted On: March 13th, 2009
Posted In: Ilmu Kesehatan Anak
Comments: 6 Responses