Palpebra merupakan jaringan yang mudah bergerak dan berfungsi untuk melindungi bola mata dari depan, serta mengeluarkan sekresi kelenjarnya yang membentuk film air mata di depan kornea. Kulit palpebra sangat tipis sehingga mudah membengkak pada keadaan tertentu. Pada tepi (margo) palpebra terdapat bulu mata (silia) yang berguna sebagai proteksi mata terhadap sinar dan trauma kecil.
Di dalam palpebra terdapat bangunan-bangunan :
Read More
Posted On:
January 7th, 2010
Posted In:
anatomi
Comments:
4 Responses
Lensa terletak antara iris dan badan kaca, merupakan bangunan bikonveks serta dilapisi oleh suatu kapsul lensa yang dibedakan menjadi kapsul anterior dan kapsul posterior. Lensa berfungsi sebagai media refrakta dan dapat merubah kekuatan dioptrinya saat melihat dekat agar bayangan jatuh di retina. Kemampuan ini disebut akomodasi.
Read More
Posted On:
December 12th, 2009
Posted In:
anatomi
Comments:
No Responses
Orbita berbentuk suatu rongga yang secara skematis digambarkan sebagai piramida yang berkonvergensi ke arah belakang. Puncaknya adalah foramen optikum, dan dasarnya menghadap ke depan luar dan terbuka disebut aditus orbitae. Sedangkan dinding-dindingnya meliputi dinding medial, dinding lateral, dinding atas (atap orbita), dan dinding bawah (dasar orbita). Orbita terletak di kanan dan kiri basis nasi (pangkal hidung).
Tulang-tulang yang membentuk orbita berjumlah 7 buah, yaitu tulang frontal, tulang zigoma, tulang sphenoid, tulang maksila, tulang etmoid, tulang nasal, dan tulang lakrima.
Antara dinding lateral (dinding temporal) dengan atap orbita terdapat fissura orbitalis superior. Antara dinding lateral dengan dasar orbita terdapat fissura orbitalis inferior. Antara dinding medial dengan atap orbita terdapat foramen ethmoidalis anterius dan posterius. Antara dinding medial dengan dasar orbita terdapat fossa sacci lacrimalis.
Read More
Posted On:
December 3rd, 2009
Posted In:
anatomi
Comments:
5 Responses
Cahaya yang masuk melalui kornea diteruskan ke pupil. Pupil merupakan lubang bundar anterior di bagian tengah iris yang mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata. Pupil membesar bila intensitas cahaya kecil (bila berada di tempat gelap), dan apabila berada di tempat terang atau intensitas cahayanya besar, maka pupil akan mengecil. Yang mengatur perubahan pupil tersebut adalah iris. Iris merupakan cincin otot yang berpigmen dan tampak di dalam aqueous humor, karena iris merupakan cincin otot yang berpigmen, maka iris juga berperan dalam menentukan warna mata. Setelah melalui pupil dan iris, maka cahaya sampai ke lensa. Lensa ini berada diantara aqueous humor dan vitreous humor, melekat ke otot–otot siliaris melalui ligamentum suspensorium.
Read More
Posted On:
March 25th, 2009
Posted In:
Ilmu Penyakit Mata
Comments:
No Responses
Mekanisme akomodasi yaitu mekanisme yang memfokuskan system lensa dari mata, penting untuk meningkatkan ketajaman mata. Akomodasi terjadi akibat kontraksi atau relaksasi muskulus siliaris, kontraksi menyebabkan peningkatan system lensa, dan relaksasi menyebabkan penurunan kekuatan.
Akomodasi lensa diatur oleh mekanisme umpan balik negatif yang secara otomatis mengatur kekuatan fokal lensa untuk tingkat tajam penglihatan yang paling tinggi. Bila mata difiksasi pada beberapa objek yang jauh, kemudian difiksasi pada beberapa objek yang dekat, biasanya lensa akan berakomodasi untuk tajam penglihatan maksimum dalam waktu kurng dari 1 detik.
Read More
Posted On:
March 25th, 2009
Posted In:
Ilmu Penyakit Mata
Comments:
No Responses
Mata membiaskan cahaya yang masuk untuk memfokuskannya ke retina.
Cahaya adalah sebuah bentuk radiasi elektromagnetik yang terdiri atas paket–paket individual seperti partikel yang disebut foton yang berjalan menurut cara–cara gelombang. Jarak antara dua puncak gelombang dikenal sebagai panjang gelombang. Fotoreseptor di mata peka hanya pada panjang gelombang antara 400 dan 700 nanometer. Cahaya tampak ini hanya merupakan sebagian kecil dari spektrum elektromagnetik total. Cahaya dari berbagai panjang gelombang pada pita tampak dipersepsikan sebagai sensasi warna yang berbeda–beda. Panjang gelombang yang pendek dipersepsikan sebagai ungu dan biru, panjang gelomang yang panjang diinterpretasikan sebagai jingga dan merah.
Read More
Posted On:
March 25th, 2009
Posted In:
Ilmu Penyakit Mata
Comments:
9 Responses
Mata adalah suatu struktur sferis berisi cairan yang dibungkus oleh tiga lapisan. Dari luar ke dalam, lapisan–lapisan tersebut adalah : (1) sklera/kornea, (2) koroid/badan siliaris/iris, dan (3) retina. Sebagian besar mata dilapisi oleh jaringan ikat yang protektif dan kuat di sebelah luar, sklera, yang membentuk bagian putih mata. Di anterior (ke arah depan), lapisan luar terdiri atas kornea transparan tempat lewatnya berkas–berkas cahaya ke interior mata. Lapisan tengah dibawah sklera adalah koroid yang sangat berpigmen dan mengandung pembuluh-pembuluh darah untuk memberi makan retina. Lapisan paling dalam dibawah koroid adalah retina, yang terdiri atas lapisan yang sangat berpigmen di sebelah luar dan sebuah lapisan syaraf di dalam. Retina mengandung sel batang dan sel kerucut, fotoreseptor yang mengubah energi cahaya menjadi impuls syaraf.
Read More
Posted On:
March 25th, 2009
Posted In:
Ilmu Penyakit Mata
Comments:
4 Responses