Posts Tagged ‘definisi’

Asma Bronkial

Pengertian

Asma bronkhial adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermitten, reversible dimana trakeobronkial berespon secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu.

Asma bronchial adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubah-ubah baik secara spontan maupun hasil dari pengobatan (The American Thoracic Society).

Read More
Posted On: March 28th, 2009
Posted In: Ilmu Penyakit Dalam
Comments: No Responses

Kortikosteroid dan Efek Sampingnya

1. Definisi

Kortikosteroid adalah suatu kelompok hormon steroid yang dihasilkan di bagian korteks kelenjar adrenal sebagai tanggapan atas hormon adrenokortikotropik (ACTH) yang dilepaskan oleh kelenjar hipofisis, atau atas angiotensin II. Hormon ini berperan pada banyak sistem fisiologis pada tubuh, misalnya tanggapan terhadap stres, tanggapan sistem kekebalan tubuh, dan pengaturan inflamasi, metabolisme karbohidrat, pemecahan protein, kadar elektrolit darah, serta tingkah laku1.

Read More
Posted On: March 21st, 2009
Posted In: Ilmu Penyakit Dalam
Comments: 1 Response

Sindrom Hepatorenal

Pendahuluan

Pasien dengan asites dan sirosis berkembang menjadi gagal ginjal yang bersifat khusus, yang lebih dikenal sebagai sindrom hepatorenal (SHR) yang disebabkan oleh terjadinya vasokonstriksi pada sirkulasi ginjal. Gambaran histologi pada pasien seperti ini biasanya normal dan ginjal berfungsi seperti normal setelah transplantasi hati. Disamping perubahan pada fungsi ginjal, pasien dengan SHR juga menunjukan kelainan yang mencolok dari sirkulasi pembuluh nadi sistemik dan aktivitas sistem vasoaktif endogen memegang peranan yang sangat penting untuk timbulnya hipoperfusi ginjal.

Read More
Posted On: March 21st, 2009
Posted In: Ilmu Penyakit Dalam
Comments: No Responses

Gastroesophageal Reflux Disease

Definisi

Gastroesophageal Reflux Disease adalah suatu keadaan patologis sebagai akibat refluks kandungan lambung ke dalam esophagus, dengan berbagai gejala yang timbul akibat dari keterlibatan esophagus, faring, laring, dan saluran nafas.

Etiologi

Penyakit gastroesofageal refluks bersifat multifaktorial. Hal ini dapat terjadi oleh karena perubahan yang sifatnya sementara ataupun permanen pada barrier diantara esophagus dan lambung. Selain itu juga, dapat disebabkan oleh karena sfingter esophagus bagian bawah yang inkompeten, relaksasi dari sfingter esophagus bagian bawah yang bersifat sementara, terrganggunya ekspulsi dari refluks lambung dari esophagus, ataupun hernia hiatus.

Read More
Posted On: March 14th, 2009
Posted In: Ilmu Penyakit Dalam
Comments: No Responses

Kejang Demam

Definisi

Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada suhu badan yang tinggi yang disebabkan oleh kelainan ekstrakranial. Derajat tinggi suhu yang dianggap cukup untuk diagnosa kejang demam adalah 38 derajat celcius atau lebih (Soetomenggolo, 1989; Lumbantobing, 1995). Kejang terjadi akibat loncatan listrik abnormal dari sekelompok neuron otak yang mendadak dan lebih dari biasanya, yang meluas ke neuron sekitarnya atau dari substansia grasia ke substansia alba yang disebabkan oleh demam dari luar otak (Freeman, 1980).

Read More
Posted On: March 13th, 2009
Posted In: Ilmu Kesehatan Anak
Comments: 6 Responses