Kornea
Kornea merupakan jaringan transparan dan avaskuler yang ukuran dan strukturnya sebanding dengan kristal sebuah jam tangan kecil. Permukaannya mempunyai lengkung teratur, mengkilap licin oleh air mata. Kornea dewasa rata-rata mempunyai tebal 0,54 mm di tengah dan sekitar 0,65 di tepi. Diameter horisontalnya kira-kira 12 mm dan diameter vertikal 11 mm. Kornea ke belakang melanjutkan diri sebagai sklera dan perbatasan antara kornea dan sklera disebut limbus.
Kornea terdiri atas 5 lapis, dari luar ke dalam (anterior ke posterior) adalah :
1. Lapisan epitel
Merupakan lanjutan dari epitel konjungtiva bulbi. Tebalnya 50 µm, terdiri atas 5-6 lapis sel epitel tidak bertanduk yang saling tumpang tindih; satu lapis sel basal, sel poligonal dan sel gepeng. Pada sel basal sering terlihat mitosis sel, dan sel muda ini terdorong ke depan menjadi lapis sel sayap dan semakin maju ke depan menjadi sel gepeng, sel basal berikatan erat dengan sel basal di sampingnya dan sel poligonal di depannya melalui desmosom dan macula okluden; ikatan ini menghambat pengaliran air, elektrolit, dan glukosa yang merupakan barier. Sel basal menghasilkan membran basal yang melekat erat kepadanya. Bila terjadi gangguan akan mengakibatkan erosi rekuren. Epitel berasal dari ektoderm permukaan.
2. Membrana bowman
Terletak di bawah membran basal epitel kornea yang merupakan kolagen yang tersusun tidak teratur seperti stroma dan berasal dari bagian depan stroma. Lapisan ini tidak mempunyai daya regenerasi.
3. Stroma (substansia propria)
Lapisan ini berkontribusi 90% terhadap ketebalan kornea. Terdiri atas lamella yang merupakan susunan kolagen yang sejajar satu dengan yang lainnya. Pada permukaan terlihat anyaman yang teratur sedangkan di bagian perifer serat kolagen ini bercabang. Terbentuknya kembali serat kolagen memakan waktu yang lama terkadang sampai 15 bulan. Keratosit merupakan sel stroma kornea yang merupakan fibroblas terletak di antara serat kolagen stroma. Diduga keratosit membentuk bahan dasar dan serat kolagen dalam perkembangan embrio atau sesudah trauma.
4. Membrana descemet
Merupakan membran aseluler dan merupakan suatu membran elastik tipis yang jernih tersusun padat dari serabut fibril. Bersifat sangat elastik dan berkembang terus seumur hidup, mempunyai tebal 40 µm.
5. Endothelium
Merupakan selapis sel kuboid yang melapisi bagian dalam dari kornea menghadap ke bilik mata depan. Berasal dari mesotelium, berlapis satu, bentuk heksagonal, besar 20-40 µm. Endotel melekat pada membran descemet melalui hemidesmosom dan zonula okluden.
Sumber-sumber nutrisi untuk kornea adalah pembuluh-pembuluh darah limbus, humor akuos, dan air mata. Kornea superfisial juga mendapatkan oksigen sebagian besar dari atmosfer yang larut ke dalam air mata.
Syaraf-syaraf sensorik kornea didapat dari percabangan pertama (oftalmika) dari nervus kranialis V (trigeminus). Di epitel kornea tersebar akhiran syaraf sensibel yang telanjang. Bila kena paparan maka akan menghasilkan rasa sakit. Jumlah yang banyak dari akhiran syaraf dan lokasinya yang tersebar akan peka walaupun dengan sentuhan/abrasi yang halus pada epitel kornea. Kejernihan dari kornea terjadi karena keseragaman struktur, avaskuler, dan deturgens.
Deturgens adalah keadaan dehidrasi relatif. Situasi dehidrasi dari jaringan kornea ini terjadi dan terjaga karena aktivasi “pompa” bikarbonat di endothelium serta integritas antara epitel dan endotel kornea. Dalam mekanisme dehidrasi sangat penting.
Trauma atau penyakit yang merusak endotel akan mengakibatkan sistem pompa endotel terganggu sehingga dekompensasi endotel dan terjadi edema kornea. Endotel tidak mempunyai daya regenerasi.
Epitel kornea merupakan sawar yang andal bagi mikroorganisme yang akan masuk kornea. Tetapi kalau epitel terkena trauma dan rusak, maka membrane Bowman menjadi kultur yang sangat baik untuk bermacam-macam mikroorganisme, terutama Pseudomonas aeruginosa. Membrana Descemet menahan mikroorganisme tetapi tidak kepada jamur. Bakteri yang patogen terhadap kornea adalah pneumococcus, tetapi memerlukan trauma untuk menimbulkan infeksi. Beberapa bakteri yang berbahaya bagi kornea adalah Serratia marcescens, Mycobacterium fortuitum, Streptococcus viridans, dan Staphylococcus epidermidis.
Posted In: anatomi
Tags: endotel, epitel, kornea, membrana bowman, membrana descemet, stroma








