Archive for the ‘anatomi’ Category

Anatomi Dan Fisiologi Kelenjar Limfe

Sistem saluran limfe berhubungan erat dengan sistem sirkulasi darah. Darah meninggalkan jantung melalui arteri dan dikembalikan melalui vena. Sebagian cairan yang meninggalkan sirkulasi dikembalikan melalui saluran limfe, yang merembes dalam ruang-ruang jaringan.

Hampir seluruh jaringan tubuh mempunyai saluran limfatik yang mengalirkan kelebihan cairan secara langsung dari ruang interstisial. Beberapa pengecualian antara lain bagian permukaan kulit, sistem saraf pusat, bagian dalam dari saraf perifer, endomisium otot, dan tulang.

Read More
Posted On: July 4th, 2010
Posted In: Fisiologi, anatomi
Comments: 2 Responses

ANATOMI ALAT KANDUNGAN

A. Alat Genitalia Eksterna

1. Mons veneris

Mons veneris merupakan bagian yang menonjol di atas simfisis dan pada wanita dewasa ditutupi oleh rambut kemaluan. Pertumbuhan rambut kemaluan ini tergantung dari suku bangsa dan juga dari jenis kelamin. Pada wanita biasanya batas atasnya melintang sampai pinggir atas simfisis, sedangkan ke bawah sampai sekitar anus dan paha.

2. Labia mayora

Labia mayora (bibir-bibir besar) terdiri atas 2 bagian, yaitu bagian kanan dan kiri. Berbentuk lonjong mengecil ke bawah, terisi oleh jaringan lemak yang serupa dengan yang ada di mons veneris. Ke bawah dan ke belakang kedua labia mayora bertemu dan membentuk kommisura posterior.

Read More
Posted On: May 10th, 2010
Posted In: Ilmu Kandungan dan Kebidanan, anatomi
Comments: 5 Responses

ANATOMI HATI / HEPAR

Hati adalah organ intestinal terbesar dengan berat antara 1,2-1,8 kg atau lebih 25% berat badan orang dewasa dan merupakan pusat metabolisme tubuh dengan fungsi sangat kompleks yang menempati sebagian besar kuadran kanan atas abdomen. Batas atas hati berada sejajar dengan ruangan interkostal V kanan dan batas bawah menyerong ke atas dari iga IX kanan ke iga VIII kiri. Permukaan posterior hati berbentuk cekung dan terdapat celah transversal sepanjang 5 cm dari sistem porta hepatis. Omentum minor terdapat mulai dari sistem porta yang mengandung arteri hepatica, vena porta dan duktus koledokus. Sistem porta terletak di depan vena kava dan dibalik kandung empedu. Permukaan anterior yang cembung dibagi menjadi 2 lobus oleh adanya perlekatan ligamentum falsiform yaitu lobus kiri dan lobus kanan yang berukuran kira-kira 2 kali lobus kiri. Hati terbagi 8 segmen dengan fungsi yang berbeda.

Read More
Posted On: May 1st, 2010
Posted In: anatomi
Comments: 8 Responses

Konjungtiva

Konjungtiva merupakan lapisan mukosa yang menutupi sklera dan kelopak bagian belakang. Bermacam-macam obat mata dapat diserap melalui konjungtiva ini. Konjungtiva mengandung kelenjar musin yang dihasilkan oleh sel goblet. Musin bersifat membasahi bola mata terutama kornea. Konjugtiva terdiri atas 3 bagian, yaitu :

1. Konjungtiva bulbi, yang menutupi bagian depan sklera.

2. Konjungtiva palpebra, yang menutupi bagian belakang palpebra.

3. Konjungtiva forniks, terdapat pada forniks dan terletak antara konjungtiva bulbi dan palpebra.

Read More
Posted On: January 13th, 2010
Posted In: anatomi
Comments: 13 Responses

Palpebra

Palpebra merupakan jaringan yang mudah bergerak dan berfungsi untuk melindungi bola mata dari depan, serta mengeluarkan sekresi kelenjarnya yang membentuk film air mata di depan kornea. Kulit palpebra sangat tipis sehingga mudah membengkak pada keadaan tertentu. Pada tepi (margo) palpebra terdapat bulu mata (silia) yang berguna sebagai proteksi mata terhadap sinar dan trauma kecil.

Di dalam palpebra terdapat bangunan-bangunan :

Read More
Posted On: January 7th, 2010
Posted In: anatomi
Comments: 4 Responses

Lensa Mata

Lensa terletak antara iris dan badan kaca, merupakan bangunan bikonveks serta dilapisi oleh suatu kapsul lensa yang dibedakan menjadi kapsul anterior dan kapsul posterior. Lensa berfungsi sebagai media refrakta dan dapat merubah kekuatan dioptrinya saat melihat dekat agar bayangan jatuh di retina. Kemampuan ini disebut akomodasi.

Read More
Posted On: December 12th, 2009
Posted In: anatomi
Comments: No Responses

Ruang Badan Kaca (Corpus Vitreum)

Ruang badan kaca merupakan ruang yang terbesar yaitu 4/5 dari isi bola mata, berisi badan kaca yang terletak antara lensa dan retina. Badan kaca dikelilingi oleh membran hialoid dan memberi bentuk bola mata serta merupakan salah satu media refrakta (media bias). Badan kaca bersifat semi cair di dalam bola mata. Mengandung air sebanyak 90% sehingga tidak dapat lagi menyerap air. Badan kaca melekat erat pada ora serata, pars plana, dan papil syaraf optik. Kebeningan badan kaca disebabkan tidak terdapatnya pembuluh darah dan sel. Pada pemeriksaan tidak terdapatnya kekeruhan badan kaca akan memudahkan melihat bagian retina pada pemeriksaan oftalmoskopi.

Read More
Posted On: December 12th, 2009
Posted In: anatomi
Comments: No Responses

Kamera Okuli Anterior dan Kamera Okuli Posterior

Kamera okuli anterior (KOA) atau biasa disebut pula sebagai bilik mata depan, dibatasi oleh kornea, permukaan depan iris, dan kapsul depan dari lensa.

Kamera okuli posterior (KOP) disebut pula bilik mata belakang, terletak di belakang KOA, dibatasi oleh permukaan belakang iris, korpus siliar dan lensa, serta badan kaca. KOP dilewati oleh zonula zinii atau ligamentum suspensorium lentis, dan berhubungan dengan KOA lewat celah melingkar antara pupil dan lensa.

KOA dan KOP berisi humor akuos yang menentukan tekanan intra okular (TIO). TIO normal adalah sekitar 10-20 mmHg.

Read More
Posted On: December 12th, 2009
Posted In: anatomi
Comments: No Responses

Retina

Retina melapisi 2/3 bagian dalam dinding bola mata, merupakan membran tipis, transparan, dan berbentuk seperti jala atau jaring. Retina merupakan bagian mata yang mengandung reseptor yang menerima rangsangan cahaya.

Susunan histologis retina terdiri atas :

1. Epitel pigmen, merupakan lapisan terluar, satu lapis dan melekat erat pada koroid.

2. Lapisan retina sensoris, jauh lebih tebal, mulai dari papil n. II sampai ora serata.

Bagian retina yang mengandung sel-sel epitel dan retina sensoris disebut pars optika, yaitu bagian yang dapat untuk melihat. Bagian retina yang hanya terdiri atas sel-sel epitel pigmen, yang meluas dari ora serata sampai tepi belakang papil n. II disebut pars seka retina, yaitu bagian yang buta, dan hal ini harus dibedakan dari bintik buta.

Read More
Posted On: December 12th, 2009
Posted In: anatomi
Comments: No Responses

Uvea

Uvea merupakan lapisan vaskular di dalam bola mata yang terdiri atas iris, badan siliar, dan koroid.

Iris merupakan suatu membran datar sebagai lanjutan dari badan siliar ke depan (anterior). Di bagian tengah iris terdapat lubang yang disebut pupil, penting untuk mengatur besarnya sinar yang masuk mata. Pada iris terdapat 2 macam otot yang mengatur besarnya pupil, yaitu :

1. Musculus dilatator yang melebarkan pupil, dan

2. Musculus sfingter yang mengecilkan pupil.

Kedua otot tersebut memelihara ketegangan iris sehingga tetap tergelar datar. Dalam keadaan normal, pupil kanan dan kiri kira-kira sama besarnya, keadaan ini disebut isokoria. Apabila ukuran pupil kanan dan kiri tidak sama besar, keadaan ini disebut anisokoria.

Read More
Posted On: December 11th, 2009
Posted In: anatomi
Comments: No Responses